Indonesia merupakan satu dari sekian banyak negara di dunia yang dikaruniai banyak sekali sumber daya alam. Tidak terbatas pada sumber daya terbarukan seperti hutan, satwa, dan hasil laut, tapi juga sumber daya alam yang sifatnya tidak terbarukan, seperti hasil tambang.

Indonesia sendiri memiliki hasil tambang yang begitu beragam. Hampir semua jenis logam bisa dengan mudah ditemukan di Nusantara, di antaranya adalah emas, perak, bauksit, timah, bijih besi, aluminium, kuningan, bahkan beragam jenis batu bernilai tinggi seperti permata, berlian, rubi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, sekarang kita fokus pada emas dulu. Logam mulia bernilai tinggi ini banyak sekali diminati sebagai barang investasi karena harganya yang kian hari kian meroket. Masyarakat biasanya memanfaatkan emas sebagai investasi dalam bentuk emas batangan, perhiasan, koin dinar, dan lain sebagainya.

Indonesia adalah negara yang mampu menghasilkan emas dalam jumlah yang cukup besar. Saat ini, tambang emas banyak dikuasai oleh perusahaan asing, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau bahkan penambang liar.

Di negeri ini, ada banyak pertambangan emas yang tersebar di seluruh Nusantara, seperti di:

1. Tambang Emas Desa Pujon, Kapuas, Kalimantan Tengah

Pujon adalah sebuah desa terpencil yang letaknya di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Meski letaknya cukup jauh dari perkotaan, ada banyak pilihan transportasi untuk menuju desa ini.

Selain menjadi tempat transit bagi para penambang batubara dan petani kelapa sawit, Desa Pujon merupakan desa yang terkenal akan hasil tambang emasnya yang sangat banyak.

Baca juga: Tips Jitu Mengelola Keuangan untuk Pemula

Tak heran hampir sebagian besar warga di sini berprofesi sebagai penambang emas. Pun karena saking banyaknya bijih emas yang ditemukan di dalam hutan, desa ini sampai dijuluki Desa Emas.

Jika menyempatkan diri berkunjung ke desa ini, kita akan melihat hamparan luas berwarna putih terang seperti padang pasir, area ini adalah lokasi pembuangan limbah pasir dari aktivitas penambangan emas yag rutin dikerjakan warga hampir setiap harinya.

2. Tambang Emas Gosowong, Halmahera

Lokasi penambangan emas di Indonesia yang kedua terletak di Gosowong, Halmahera. Kegiatan penambangan di Gosowong sendiri dikelola oleh BUMN di bawah naungan PT Aneka Tambang yang bekerjasama dengan Newcrest.

Selain emas, di sini juga terdapat pertambangan perak. Dalam rentang waktu hampir 20 tahun sejak pertambangan pertama kali dibuka, diperkirakan sudah ada sekitar 20 juta ons bijih emas yang diangkat dari perut bumi.

3. Tambang Emas Cikotok, Jawa Barat

Cikotok merupakan sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Selatan, atau kurang lebih 130 km di Selatan Rangkasbitung, Provinsi Banten.

Meski ukurannya tidak terlalu luas, sesungguhnya desa ini memliliki potensi tambang yang sangat luar biasa. Adalah logam mulia berjenis emas yang bisa dengan mudah ditambang di sini.

Baca juga: Mengenal Seluk-beluk Perak: Industri dan Lokasi Tambang Perak di Indonesia

Tambang emas Cikotok sendiri bermula dari ditemukannya endapan emas dan batubara di kawasan Bayah, Cimandiri, Cikotok, dan sekitarnya oleh ahli geologi asal Belanda pada tahun 1839 sebelum akhirnya diadakan eksplorasi besar-besaran dan diadakan penambangan di wilayah Pasir Gombong dan Cikotok.

Sayangnya produksi dihentikan ketika Jepang menduduki Indonesia. Nah, sejak 5 Juli 1968, bersama dengan perusahaan pertambangan lain, PN Tambang Emas Tjikotok kemudian menjadi bagian dari PN Aneka Tambang dengan nama Unit Pertambangan Emas Cikotok.

4. Tambang Emas Batu Hijau, Sumbawa

Daerah Indonesia Timur memang mahsyur akan hasil tambangnya yang melimpah. Salah satunya adalah tambang emas yang berlokasi di Batu Hijau, Pulau Sumbawa.

Tambang ini sendiri sudah dibuka sejak tahun 2000 lalu. Pada tahun 2005, pemerintah mencatat sebanyak 2.77 juta ton tembaga yang memiliki rata-rata 0,69g/ton emas terkumpul dari tambang ini. Sayangnya, Tambang Emas Batu Hijau masih dikelola pihak asing.

Kabarnya Indonesia baru akan memiliki hak penuh atas tambang ini tahun 2025 menjelang. Masih lama juga ya.

5. Tambang Emas Martabe, Tapanuli Selatan

Masih berlokasi di wilayah Indonesia Timur, tambang emas yang satu ini terletak di daerah Martabe, Tapanuli Selatan.

Menurut data yang dikumpulkan pihak pengelola tambang, kegiatan penambangan di Martabe sudah menghasilkan sebanyak 3 juta ons emas dan 32 juta ons perak sejak mulai dibuka pada tahun 2013.

Bahkan tambang ini dipercaya masih mengandung 7.86 juta ons emas serta 73,48 juta ons perak. Luar biasa ya.

6. Tambang Emas Kencana, Maluku Utara

Berbeda dengan tambang emas di Gosowong yang cukup terbuka, penambangan emas di daerah Kencana, Maluku Utara, dilakukan di bawah tanah.

Kabarnya, kegiatan pertambangan di Kencana sudah mengahsilkan sebanyak 4.63 juta ons emas murni lho.

7. Tambang Grashberg, Puncak Jaya

Dari sekian banyak lokasi penambangan emas di Tanah air, barangkali daerah tambang yang satu ini adalah yang paling terkenal karena akhir-akhir ini banyak diberitakan di berbagai media.

Ya, apalagi kalau bukan karena kasus Freeport yang sempat membuat geger seluruh negeri. Tambang ini sendiri memang dikelola oleh PT Freeport McMoran.

Baca juga: Mengenal BitCoin: Mata Uang Digital yang Viral

Kabarnya, Tambang Emas Grashberg ini sudah menambang 58,474,392 gr emas dan 174,458,971 gr perak. Masih kurang kaya apa lagi Indonesia?

Indonesia memang negeri yang amat kaya, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya begitu banyak lokasi tambang emas di berbagai pelosok Nusantara. Sayang sekali, masih banyak penambangan yang dikelola oleh tangan asing dan bukan oleh BUMN sendiri.