Tips Mengatur Keuangan Bisnis Bagi Pengusaha Pemula

Sebagai seorang pengusaha Anda dituntut untuk mahir dalam mengatur keuangan bisnis Anda agar semua berjalan dengan baik. Namun kenyataannya tidak semudah itu.

Beberapa kesalahan dalam mengatur keuangan bisnis kerap terjadi disadari atau tidak oleh Anda sendiri. Kesalahan dalam mengatur keuangan bisnis bisa berdampak buruk terhadap kinerja dari usaha yang dijalankan.

Sekarang kita bahas apa saja kesalahan yang kerap pengusaha pemula lakukan pada saat mengatur keuangan bisnisnya.

4 Kesalahan Dalam Mengatur Keuangan Bisnis dan Pribadi

1. Telat Membayar Tagihan atau Menagih Klien

Bisnis yang mulai bergerak tidak bisa berdiri sendiri tanpa disokong oleh berbagai pihak. Misalnya pihak-pihak yang berkaitan itu adalah mitra bisnis Anda seperti perbankan, vendor, supplier, dan klien bisnis Anda sendiri.

Masing-masing memiliki peranan penting pada perputaran roda bisnis yang Anda jalankan. Sebagai contoh sederhana misalnya Anda menggunakan layanan jasa internet di kantor.

Pada saat datang tagihan internet, pastikan Anda membayar tagihan yang datang tepat waktu. Tagihan lainnya juga sama. Jangan sampai lebih dari waktu jatuh tempo.

Baca juga: Bedanya Pengeluaran Rutin si Single dengan yang Sudah Berkeluarga

Termasuk apabila Anda mendapatkan pinjaman modal dari perbankan. Anda harus membayar tagihan tepat waktu atau Anda mendapatkan denda dan bisa mengurangi kepercayaan dari pihak bank.

Waktu jatuh tempo yang diberikan rata-rata berkisar antara tujuh hingga sampai empat belas hari lamanya. Prinsip yang sama juga bisa Anda terapkan kepada klien Anda.

Tagihan bisa Anda kirimkan dan beri batas waktu jatuh tempo pembayaran dengan waktu yang sama.

Cara mengatasi telat membayar tagihan ini, yaitu dengan menggunakan pembayaran autodebit dari tabungan bisnis Anda untuk membayar berbagai tagihan rutin.

2. Tidak Mempersiapkan Dana Darurat

Pengusaha pemula suka lupa pada saat mendapatkan berbagai proyek, tidak menyisihkan uang yang didapatkannya untuk dana darurat.

Padahal risiko gagal masih terbuka lebar karena sistem yang terbentuk masih sangat lemah dan butuh banyak perbaikan.

Saya merekomendasikan agar setiap pengusaha pemula memiliki setidaknya ada dana darurat untuk tiga bulan kedepan.

Setiap kali Anda mendapatkan keuntungan, jangan langsung diputar semua untuk aktivitas berikutnya. Anda harus mulai menyisihkan uang untuk dana darurat.

3. Gagal Memisahkan Antara Modal Bisnis dan Pengeluaran Pribadi

Terkadang pengusaha pemula mencampur antara uang modal untuk bisnis dan pengeluaran pribadinya karena merasa memiliki keduanya.

Secara legal memang demikian adanya, namun Anda harus hati-hati karena akan berdampak pada ketidak jelasan pencatatan akutansi.

Laporan keuangan akan menjadi bercampur aduk antara pengeluaran bisnis dan pribadi. Akibatnya ketika terjadi kebocoran keuangan, Anda menjadi sulit untuk menditeksi dari mana asal kebocoran tersebut.

Baca juga: Tips Mengelola Utang secara Bijak

Masalah yang mungkin timbul lainnya yaitu Anda akan kesulitan dalam membuat laporan pajak, menghitung keuntungan, dan bahkan dalam menentukan arah tujuan finansial Anda secara jelas.

Solusi dari permasalah di atas adalah dengan cara membuat dua rekening bank yang berbeda. Satu untuk kegiatan bisnis dan satunya lagi untuk kegiatan pribadi.

4. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu Pada Sesuatu Hal yang Tidak Menambah Pemasukan

Waktu adalah aset yang paling berharga dan bahkan bisa disejajarkan dengan uang bahkan bisa lebih berharga darinya. Setiap orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam dalam satu hari.

Sebagian lebih memilih untuk bekerja pintar dibandingkan yang lain. Hal itu yang membuat mereka lebih sukses. Bekerja keras belum tentu menghasilkan hasil yang lebih baik. Ada rumusan yaitu 80/20.

Anda kerjakan dahulu aktivitas produktif yang menunjang bisnis Anda agar menghasilkan revenue sebanyak 80% dari waktu yang Anda miliki. Di sisa waktu yang ada atau sekitar 20%, Anda bisa mengerjakan pekerjaan lain.

Misalnya saja Anda tidak perlu mengecek email atau whatsApp setiap jam. Anda bisa membalas pesan yang masuk pada waktu istirahat atau sehabis solat saja.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas Untuk Berinvestasi?

Kedisiplinan adalah hal mutlak dalam manajemen waktu. Selain itu juga Anda harus mampu mengelompokan aktivitas produktif Anda sesuai dengan prioritasnya.

Semoga kita menjadi orang yang mampu mengatur waktu dengan baik. Sungguh merupakan keberuntungan yang amat besar bagi mereka yang dapat mengelola waktunya dengan baik.

Sungguh sangat merugi bagi mereka yang tidak dapat mengelola waktunya dengan baik untuk sesuatu hal yang sia-sia. Memang butuh waktu untuk mempelajari dan meningkatkan pengetahuan seputar keuangan dan bisnis.

Setidaknya empat hal di atas semoga bisa Anda hindari agar tidak jatuh di lubang yang sama. 🙂

Note:

Saya akan membuat video materi seputar emas, tips berinvestasi dan bisnis dalam bentuk video di Youtube. Namun sebelum materi di upload di sana. Saya ingin mengetahui apakah Anda membutuhkan materi semacam itu?

Jika iya, mohon subscribe channel Youtube TheGold.Asia. Setelah ada 100 subscriber insyaAllah saya akan meng-upload materi-materi tersebut.

Tertarik diskusi online dengan kami? Anda bisa juga bergabung di grup facebook kami. Yuk kita saling sharing. 🙂