Pengalaman Kartu ATM Tertelan oleh Mesin ATM

Ketika saya mengambil uang di mesin ATM bank mandiri saat itu. Saya menarik uang dalam pecahan Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dalam beberapa lembar. Saat itu yang antri di mesin ATM cukup banyak.

Lokasi mesin ATM ini dekat dengan sebuah mini market. Sehingga hampir setiap saya melintasi jalan yang kebetulan melewati mini market ini. Pada pagi atau sore hari terlihat antrian yang cukup panjang.

Kejadiannya bermula pada saat uang sudah keluar di mulut mesin ATM. Nah kalau pada umumnya uang itu seperti tertahan sebentar di mulut mesin ATM. Kalau pada saat itu beda. Uang menyebar dan berserakan di lantai.

Jadi seperti tidak tertahan, seperti didorong kencang hingga uang berserakan. Alhasil saya berusaha cepat mengumpulkan uang yang berserakan. Antrian cukup banyak di dalam ruangan mesin ATM.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Menggunakan Uang Cash, Kartu Debit, dan Kartu Kredit?

Ya sedikit memakan waktu untuk mengumpulkan uang-uang yang berserakan tadi. Saya baru sadar bahwa kartu ATM belum sempat saya ambil dari tempatnya (tempat memasukan kartu ATM).

Kartu ATM sudah keluar setengah tapi karena saya sibuk mengumpulkan uang yang berserakan. Slup, kartu ATM masuk lagi ke dalam. Di tekan tombol cancel tidak mau keluar.

Layar mesin ATM juga hanya menampilkan iklan-iklan saja. Umumnya kan kalau kartu ATM ada di dalamnya ada otentikasi PIN. Lah ini hanya menampilkan iklan dan tidak bisa dikeluarkan lagi dengan menekan tombol cancel.

Sebenarnya kejadian kartu ATM tertelan bukan karena hal ini saja. Ada juga yang tertelan lantaran mati listrik, lupa PIN, mesin ATM rusak, atau kartu debit dari bank luar negeri yang tidak memiliki saldo yang cukup.

Solusi Kartu ATM yang Tertelan di Mesin

1. Tidak Perlu Panik Lantaran Kartu ATM Tertelan Selama . . .

Panik hanya akan membuat kita salah dalam bertindak atau mengambil sebuah keputusan yang tepat. Selama PIN yang digunakan tidak mudah ditebak oleh orang lain. Anda tidak perlu panik berlebihan.

Sayangnya seseorang terkadang membuat sebuah PIN (personal identification number) berdasarkan tanggal lahir, nomor handphone, tanggal jadian pacar/pernikahan, dan hal-hal yang dapat diketahui oleh umum lainnya.

Ini sangat berisiko sekali karena seseorang bisa saja dengan mudah menebak nomor PIN tersebut dengan memanfaatkan data-data yang tersedia dari jejaring sosial Anda sendiri.

PIN baiknya diubah secara berkala dengan kombinasi angka yang mudah untuk dihapalkan.

2. Segera Hubungi Pihak Bank untuk Melakukan Proses Pemblokiran Kartu ATM yang Tertelan

Selain nomor PIN yang harus Anda hapal. Ada lagi nomor yang wajib Anda hapal di luar kepala atau minimal Anda simpan di kontak handphone yaitu nomor resmi dari pihak bank yang Anda pergunakan.

Tujuannya tidak lain pada saat kejadian seperti di atas. Anda telah memiliki nomor resmi dan tidak perlu bertanya ke orang lain. Justru bahaya jika menanyakan nomor resmi pihak bank ke orang lain.

Baca juga: Ini Dia Alasan Mengapa Anda Harus Mengetahui BI Checking dan IDI Historis Anda Sendiri

Orang lain bisa saja memanfaatkan situasi di atas untuk memberikan informasi yang sesat (misdirection). Sehingga posisi Anda menjadi lebih rawan untuk ditipu atau dikelabui dengan memberikan informasi yang sesat tadi.

Berapa nomor resmi bank yang saya pakai? Silahkan Anda cek buku tabungan Anda pada halaman pertama atau halaman terakhir, bisa juga pada cover depan dan belakang biasanya tertera nomor resmi perusahaan.

3. Blokir Kartu ATM yang Tertelan dan Jangan Lupa Aktifkan Fitur Notifikasi

Fitur notifikasi yang saya maksud adalah setiap kali Anda mendapatkan pemasukan atau melakukan pengeluaran sejumlah uang. Misalnya di atas Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) Anda akan mendapatkan notifikasi.

Notifikasi tersebut bisa berasal dari SMS atau melalui pesan yang dikirimkan ke alamat email yang sebelumnya Anda daftarkan di pihak bank. Sehingga Anda bisa langsung mengetahui jika ada transaksi yang mencurigakan.

Fitur ini di setiap bank memiliki kebijakannya masing-masing. Ada yang dengan nominal di bawah angka lima ratus ribu rupiah ada juga yang sama dengan atau di atas angka tersebut baru mendapatkan notifikasi.

Pemblokiran kartu ATM yang tertelan bisa dengan cara mendatangi pihak bank secara langsung jika memungkinkan untuk dilakukan atau dengan cara menelpon pihak bank melalui nomor resmi mereka.

Setelah itu Anda akan diminta untuk melakukan penyesuaian data-data sebelum proses pemblokiran kartu ATM. Jika dinyatakan lulus verifikasi data, secara otomatis kartu ATM tersebut akan diblokir oleh pihak bank.

Pada tahap ini sebenarnya bisa dibilang sudah aman. Kartu ATM tidak lagi dapat dipergunakan oleh orang yang menemukan kartu tersebut hingga pemblokiran kembali dibuka.

4. Pembukaan Blokir Kartu atau Pembuatan Kartu ATM Baru

Seandainya kartu ATM yang tertelan berhasil dikeluarkan oleh satpam atau petugas. Tugas Anda saat itu mengurus pembukaan blokir kartu yang sebelumnya telah Anda lakukan.

Caranya yaitu dengan mendatangi kantor cabang terdekat atau kantor cabang tempat membuka kartu ATM tersebut. Jangan lupa membawa identitas seperti KTP, SIM, atau passport, plus buku tabungan.

Setelah proses pemblokiran dibuka kartu ATM sudah dapat dipakai seperti sedia kala. Bagaimana jika kartu ATM yang tersangkut tidak dapat dikeluarkan? Solusinya yaitu membuat kartu ATM yang baru.

Kartu ATM hilang dengan kartu ATM tertelan itu beda loh ya prosedurnya. Kalau hilang diperlukan surat-surat dari kepolisian. Sedangkan kartu ATM yang tertelah tidak membutuhkan surat tersebut.

Namun ada beberapa bank yang mensyaratkan surat laporan kehilangan dari kepolisian untuk kedua kejadian di atas. Pada waktu pembuatan kartu baru saya sendiri tidak memakai surat laporan kehilangan.

5. Gunakan Penarikan Tunai di Mesin ATM yang Berdekatan dengan Kantor Bank Tersebut

Saya menyarankan agar Anda melakukan penarikan tunai di mesin ATM yang berdekatan jaraknya dengan kantor bank si pemilik mesin ATM tersebut. Sehingga kalau ada apa-apa prosesnya lebih mudah.

Keuntungan mengambil uang di mesin ATM yang satu gedung dengan kantor banknya yaitu: Pertama, mesin ATM lebih aman karena dijaga oleh satpam. Pemasangan alat kejahatan seperti skimmer dapat diminimalisir.

Baca juga: Waspadai Teknik Kejahatan Skimming ATM

Kedua, ketika terjadi kerusakan mesin ATM atau tertelannya kartu prosesnya akan lebih mudah. Pihak bank bisa segera melakukan perbaikan atas kerusakan tersebut tanpa harus membuat kartu baru.

Terakhir, jika memang harus membuat kartu yang baru. Prosesnya akan lebih mudah. Lain cerita dengan tertelannya kartu ATM saya di mesin ATM yang disebelah mini market di atas tadi.

Proses Pencegahan agar Kartu ATM Tidak Tertelan

  1. Setelah uang keluar dari mulut ATM segera ambil kartu ATM Anda.
  2. Gunakan mesin ATM yang satu gedung dengan bank pemiliknya.
  3. Kartu debit dari bank luar negeri pastikan memiliki saldo yang cukup.
  4. Jangan memaksakan untuk memasukan PIN yang salah berulang-ulang.
  5. Apabila mengetahui adanya informasi pemadaman listrik waspadai hal ini.

Kesimpulan

Kartu ATM bisa saja tertelan karena berbagai macam faktor selain yang telah saya sebutkan di atas. Penarikan tunai pastikan hanya dalam keadaan benar-benar butuh uang cash saja.

Apabila transaksi bisa menggunakan uang elektronik semisal e-money hal ini bisa meminimalisir tertelannya kartu ATM. Kartu yang tertelan segera lakukan proses pemblokiran dengan menghubungi pihak bank yang terkait.

Gunakan nomor PIN yang tidak mudah ditebak atau diketahui oleh orang lain. Gunakan nomor PIN yang unik bukan cantik. PIN cantik itu seperti 111111, 888888, dan seterusnya. PIN cantik sangat amat membahayakan.

Proses pembuatan kartu yang baru membutuhkan data identitas nasabah seperti Kartu Tanda Penduduk, SIM, atau Passport, buku tabungan, dan biaya pembuatan kartu yang baru.

Semoga tips di atas bermanfaat. Bagikan juga artikel di atas melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path untuk teman-teman Anda di sana.

Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari TheGold.Asia? Daftarkan alamat email dan nama lengkap Anda di kotak berlangganan artikel di bawah tulisan ini. Gratis! 🙂