Negara kita yang begitu kaya akan sumber daya alam ini, selain memiliki kemegahan alam yang indah dengan gunung-gunung berapi berjajar nan hijau dan sejuk dipandang mata, juga memiliki kekayaan berlimpah yang tersembunyi di bawahnya.

Salah satu di antara begitu banyak kekayaan yang terdapat di Indonesia adalah emas. Emas dianggap sebagai logam mulia dan pada zaman dahulu dijadikan sebagai mata uang dan alat tukar dalam perniagaan.

Kini, emas digunakan sebagai investasi maupun perhiasan. Ketika mendengar kata emas, yang terbayang adalah logam berwarna kuning berkilauan.

Baca juga: 5 Tips Memilih Toko Perhiasan Tepercaya

Meski emas murni memang memiliki warna kuning mengkilat, namun emas yang terjual di pasaran terdiri dari dua jenis, yaitu emas kuning dan emas putih.

Keberadaan emas kuning memang lebih populer dibandingkan dengan emas putih. Bahkan banyak orang yang keliru menganggap emas putih sebagai platinum karena warna luarnya yang mirip, yakni putih berkilauan.

Berikut akan kami ulas mengenai apa itu emas putih, perbedaannya dengan emas kuning, dan kelebihan serta kekurangannya.

Mengenal Emas Putih

Emas merupakan salah satu jenis logam yang dikenal dengan simbol Au dalam tabel periodik kimia. Logam ini memiliki nomor atom 79 dan sifatnya lebih lunak dibandingkan perak.

Karena sifatnya ini, emas mudah ditempa dan dijadikan beraneka bentuk perhiasan. Emas murni memiliki kadar 24 karat, namun emas yang ditempa menjadi perhiasan kebanyakan memiliki kadar kemurnian di bawah angka tersebut.

Artinya, emas tersebut sudah dicampur dengan logam lain. Jika sebuah perhiasan emas berlabel 18 karat, artinya emas tersebut memiliki 18/24 bagian emas atau 75 persen emas dan 25 persen sisanya merupakan campuran logam lain.

Ketika dicampurkan dengan logam lain, emas akan berubah warna. Misalnya, ketika dicampurkan dengan nikel dan paladium, emas akan berubah warna menjadi emas putih.

Baca juga: Software Perencanaan Keuangan untuk Komputer dan Ponsel Pintar

Sementara itu, emas yang berwarna kuning dengan kadar kurang dari 24 karat biasanya dicampur dengan tembaga dan perak, agar tidak mengubah warna asli emas yang kuning berkilauan.

Seperti yang telah disebutkan tadi, emas berwarna putih merupakan campuran antara emas murni dengan nikel dan paladium. Inilah yang kemudian disebut sebagai emas putih.

Meski demikian, kini nikel tidak banyak digunakan sebagai bahan campuran untuk emas putih karena dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

Perbedaan antara Emas Kuning dan Emas Putih

Perbedaan antara emas kuning dan emas putih hanyalah terletak pada logam yang dicampurkan. Emas putih merupakan campuran antara emas murni dengan nikel dan paladium. Sementara emas kuning merupakan campuran antara emas murni dengan perak dan tembaga.

Jadi, emas kuning dan emas putih bukan merupakan jenis logam yang berbeda, namun jenis emas yang berbeda. Perbedaannya hanyalah pada campuran yang digunakan untuk menimbulkan efek warna yang berbeda.

Kelebihan dan Kekurangan Emas Putih

Jika dibandingkan dengan emas kuning, emas putih memiliki beberapa kelebihan. Salah satu kelebihan emas putih adalah sifat logamnya yang cenderung lebih keras.

Hal ini disebabkan oleh campuran logam pada emas putih yang sifatnya lebih kuat dibandingkan logam campuran emas kuning. Namun meski lebih kuat, emas putih bersifat ringan dan mudah dibentuk.

Emas putih juga tampak lebih serasi jika dipasangkan dengan mata berlian, karena emas putih akan membuat mata berlian tampak berkilauan. Sementara itu, emas kuning justru membuat berlian tampak kekuning-kuningan.

Jika Anda lebih menyukai perhiasan berwarna putih, maka emas putih bisa menjadi pilihan yang menarik selain platinum dan titanium, yang harganya lebih mahal. Emas putih juga terlihat modern dan elegan ketika dikenakan.

Baca juga: 7 Manfaat Perak dalam Kehidupan Manusia

Namun demikian, emas putih juga memiliki kekurangan dibanding emas kuning. Beberapa emas putih dibuat dengan campuran nikel yang dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi pada mereka yang berkulit sensitif.

Jadi, jika Anda berkulit sensitif dan ingin membeli emas putih, sebaiknya tanyakan bahan campuran apa yang dipakai dalam emas putih tersebut.

Emas putih juga cenderung memerlukan lebih banyak perawatan. Hal ini dikarenankan warna asli emas putih tidaklah berkilau, namun putih kusam atau putih keabu-abuan.

Perhiasan emas putih yang banyak dijual di pasaran sudah dilapisi menggunakan logam rhodium untuk menimbulkan kesan lebih bersinar. Lapisan rhodium ini akan pudar seiring pemakaian dan Anda harus melapisinya lagi setelah 12-18 bulan.

Potensi Emas Putih sebagai Bahan Investasi

Banyak yang berpendapat bahwa emas putih lebih mahal harganya dibandingkan dengan emas kuning, banyak pula yang tidak setuju. Sebenarnya semua benar.

Harga emas putih dapat lebih murah atau lebih mahal dibandingkan emas kuning, tergantung dari campuran yang menghasilkan warnanya.

Namun, emas putih dilapisi dengan rhodium, logam mulia yang sangat mahal, sulit diolah, dan harus dipalisi ulang secara berkala.

Maka tak heran jika perhiasan yang terbuat dari emas putih pada akhirnya dibandrol dengan harga lebih mahal. Sedangkan untuk investasi, perhiasan emas putih sama sifatnya dengan emas kuning.

Baca juga: Yuk, Cerdas Berinvestasi dengan Memahami Profil Risiko!

Jika Anda membeli seperangkat perhiasan emas putih sekarang dan dijual sepuluh tahun yang akan datang, maka kemungkinan Anda akan mendapatkan uang lebih banyak.

Namun bukan berarti nilainya lebih tinggi, jika mempertimbangkan adanya faktor inflasi. Oleh karena itu emas putih bisa menjadi tabungan dan pelindung nilai kekayaan.

Namun untuk investasi, harga jual emas putih belum tentu berkembang sekian persen dalam jangka waktu satu atau dua tahun. Selain itu, emas putih juga memerlukan perawatan berkala untuk melapisi ulang rhodium.

Namun tak ada salahnya menyimpan tabungan Anda dalam bentuk perhiasan emas karena nilainya akan terjaga.