Select Page

Beberapa Tempat di Indonesia yang Menjadi Pengrajin Cincin Perak Terbaik

Beberapa Tempat di Indonesia yang Menjadi Pengrajin Cincin Perak Terbaik

Anda sedang mencari cincin perak? Tak usah jauh-jauh ke luar negeri. Di Indonesia juga ternyata banyak pengrajin cincin perak yang bagus kualitasnya.

Berikut kami rangkum beberapa tempat di Indonesia yang menjadi pengrajin cincin perak terbaik. Tak hanya cincin perak saja, mereka juga membuat berbagai jenis perhiasan dan ornamen lainnya.

1. Cincin perak Bersematkan Mutiara di Mataram, Nusa Tenggara Barat

Beberapa kawasan di Indonesia yang menjadi pusat pertambangan perak di antaranya adalah Nusa Tenggara Barat, Sumatera (Martabe, Bengkalis, Lampung, Jambi, Meulaboh, dan Bengkulu), Sulawesi Utara (Bolaang Mangondow), Jawa Barat (Cikotok), Riau (Logas), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua.

Sebagian besar kawasan tersebut hanyalah tempat meraup kekayaan perak dari dalam bumi, namun berbeda dengan kawasan Nusa Tenggara Barat.

Tak hanya pandai menambang perak, penduduk Nusa Tenggara Barat juga mahir mendesain berbagai karya berbahan dasar perak.

Di kawasan Nusa Tenggara Barat, Anda akan dengan mudah menemukan beraneka ragam perhiasan perak di kota Mataram.

Namun, jika Anda ingin secara khusus memesan desain tertentu untuk cincin perak, Anda dapat menghubungi langsung pengrajinnya. Di mana menemukan mereka? Anda dapat mengunjungi Kawasan Sekarbela.

Baca juga: Wajib Anda Baca Mengenai Serba-serbi Investasi Perak

Kawasan ini merupakan sentra produksi utama kerajinan Mutiara Emas dan Perak (MEP) di NTB dengan jumlah perajin sekitar 800 orang.

Produk kerajinan dari sentra produksi NTB sekitar 90 persennya dijual kepada pasar domestik, dan hanya sebagian kecil yang diekspor ke pasar luar negeri.

Hasil karya kerajinan perak ini sebagian besar didominasi oleh pasar dalam negeri, yaitu Jakarta, Bali, Surabaya, dan Lombok. Sementara pasar luar negeri didominasi oleh tiga negara yaitu Hongkong, Amerika Serikat dan Jepang.

Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB periode 2011 menunjukkan nilai ekspor kerajinan perak tercatat sebesar US$ 985,380 dengan tujuan ekspor ke Amerika (dikutip dari Dinas Perindag Provinsi NTB).

Hal ini menunjukkan bahwa kerajinan perak buatan pengrajin NTB cukup berkualitas hingga dapat bersaing di pasar internasional.

Gambaran harga jual cincin perak rata-rata antara ratusan hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari kualitas desain dan nilai karat perak.

Cincin perak bersematkan mutiara menjadi keunikan tersendiri dalam desain buatan pengrajin Mataram. Bahan baku pembuatan produk perhiasan ini biasanya adalah perak 925, yaitu campuran perak murni dan tembaga dengan persentase 92,5% perak dan 7,5% tembaga.

2. Cincin perak Bermakna Filosofis di Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tak hanya kaya akan budaya yang lekat, Yogyakarta ternyata juga terkenal sebagai kota industri perhiasan perak. Jika Anda mencari cincin perak di Yogyakarta, datang saja ke Kotagede, kawasan sentra pembuatan dan penjualan aneka perhiasan dan kerajinan perak di Yogyakarta.

Perhiasan perak Kotagede memiliki keunikan tersendiri dalam motif ukirannya. Cincin perak buatan Kotagede umumnya berciri khas motif bunga, daun, dan motif-motif gaya kesultanan Jogja yang kaya akan makna filosofis tersendiri.

Bahkan, ornamennya dipengaruhi oleh motif yang biasanya ditemukan pada kain batik. Kebanyakan pengrajin di Kotagede menjalankan bisnisnya secara turun temurun.

Mereka mewarisi keahlian dalam metode dan desain dari para leluhur. Tak heran jika cincin perak asal Yogyakarta pun dikenal tetap mempertahankan nilai tradisional, terutama untuk ukiran yang secara teliti dibuat oleh tangan para ahli.

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Anda Perlu Berinvestasi Koin Perak Dirham

Keunikan dan kecantikan cincin perak dan aneka perhiasan lainnya menandakan tingginya tingkat keahlian dan ketelitian pengrajin Yogyakarta.

Maka harga kerajian perak yang dihasilkan tidak hanya ditetukan oleh bobot dan ukurannya, tapi juga dari nilai seni dan tingkat kerumitan.

Ornamen dan perhiasan yang dijual di Kotagede umumnya dibuat dengan beberapa metode, yaitu filifgri (tekstur berlubang), tatak ukir (tekstur menonjol), dan casting (cetak).

Namun karya perhiasan seperti kalung dan cincin perak, secara khusus dibuat dengan metode handmade (ukiran tangan).

3. Cincin perak berkelas Internasional di Celuk, Pulau Dewata Bali

Yang paling menonjol di antara beberapa tempat di Indonesia yang menjadi pengrajin cincin perak terbaik adalah Bali, yang sentra industrinya berada di kawasan Celuk.

Jelas saja, industri di Bali banyak didukung oleh ketenaran wisatanya. Tak hanya itu, kualitasnya pun telah diakui pasar internasional.

Ciri khas perhiasan perak Bali yang membedakannya dengan perak dari kawasan lain adalah desain tulang naga dan kerajinan perak bakar.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, rancangan pengrajin perak di Bali semakin berkembang mengikuti selera internasional.

Baca juga: Mengungkap Peluang Tersembunyi Dibalik Kelebihan Perak Dibandingkan Emas

Memang perhiasan perak produksi Bali paling terkenal dibandingkan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Permintaan pasarnya pun paling tinggi, selain didukung oleh pasar lokal yang pembelinya terdiri dari warga domestik serta wisatawan asing yang sedang melancong di Bali.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), ekspor perhiasan perak Bali pada tahun 2011 mencapai 78% dari total ekspor perhiasan perak Indonesia dengan kuantitas 254 ton dan nilai ekspor US$ 76,12 juta.

Negara-negara tujuan ekspor utamanya adalah Hong Kong, Singapura, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa. Yang membedakan perhiasan perak Indonesia dibandingkan buatan negara lainnya, selain memiliki ciri khas tersendiri, juga menggunakan pengerjaan tangan untuk sebagian besar prosesnya.

Itulah rangkuman beberapa tempat di Indonesia yang menjadi pengrajin cincin perak terbaik. Selain Mataram, Kotagede, dan Celuk, Anda juga tetap dapat mendapatkan cincin perak di beberapa kawasan lainnya di Indonesia, seperti Bangli (Jawa Timur) dan Koto Gadang (Sumatera Barat).

Kalau bisa mendapatkan cincin perak berkualitas di negara sendiri, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri bukan?

Sumber:

  1. Analisis Rantai Nilai Kerajinan Mutiara, Emas dan Perak di Kota Mataram, NTB (http://peld.web.id/utama/wp-content/uploads/2014/03/analisis_Rantai_nilai_kerajinan_mutiara_emas_dan_perak_di_kota_mataram_ntb.pdf)
  2. Jurnal Wisata Ekspor: Membedah Potensi Industri Perak di Indonesia, oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Ditjen PEN/MJL/003/4/2012 Edisi April

About The Author

Tim TheGold.Asia

Artikel tentang investasi, mengelola keuangan, bisnis, dan ekonomi serta politik yang ditulis oleh Tim TheGold.Asia diarsipkan pada halaman berikut ini. Ingin berbagi tulisan atau request materi yang akan di tulis pada situs TheGold.Asia? Silahkan anda hubungi tim kami .

Follow Us

Butuh Informasi Tentang Bisnis & Investasi?

Dapatkan informasi eksklusif tentang dunia investasi dan bisnis dengan mendaftarkan email anda: (Gratis).

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda dan Klik tombol konfirmasi.

Pin It on Pinterest