Bisnis Pertama Gagal? Itu Wajar Kok! Ini Penjelasannya Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi

Judul artikel ini mungkin pada saat Anda membacanya cenderung bernuansa negatif bukan berarti saya mendoakan agar bisnis pertama Anda akan/harus gagal. Bukan. Saya tidak bermaksud demikian.

Tulisan ini teruntuk bagi mereka yang saat ini sedang menjalankan bisnis pertama mereka supaya lebih berhati-hati dalam melangkah. Pengusaha pemula umumnya memiliki beberapa kelemahan.

Seperti lack of knowledge (kurangnya ilmu pengetahuan mengenai bisnis yang sedang dijalankan), pengalaman, jaringan profesional, dan lain sebagainya. Apakah harus menunggu sempurna dulu?

Pertanyaan yang bagus. Apakah berbisnis itu harus menunggu semuanya serba sempurna terlebih dahulu? Jawabannya tidak.

Penyempurnaan bisa sambil jalan tapi percayalah jalannya tidak akan selalu mulus seperti aspal sirkuit balapan F-1 (formula one).

Umumnya banyak orang gagal pada bisnis pertama mereka karena beberapa alasan berikut:

Bisnis Pertama Gagal Kebanyakan Karena Hal Berikut Ini

1. Pengusaha Pemula Gagal Pada Bisnis Pertama Mereka Karena Kekurangan Pengalaman

Lack of experience menjadi salah satu alasan mengapa bisnis pertama itu biasanya gagal

Lack of experience menjadi salah satu alasan mengapa bisnis pertama itu biasanya gagal

Apa perbedaan antara pengusaha yang sudah sukses hari ini dengan pengusaha pemula? Salah satunya yaitu mengenai pengalaman mereka yang sudah melalang buana dan bisa dikatakan sebagai seorang yang profesional, sedangkan mungkin Anda adalah orang yang baru mencoba atau bisa disebut juga sebagai amatiran.

Gambaran sederhananya seperti pada saat Anda melihat televisi yang menayangkan olahraga ekstrim. Selalu ada pesan yang kurang lebih seperti ini di sudut atau di bagian bawah tayangan tersebut : “Don’t try this at home, this is for professional only”.

Bisnis juga seperti olahraga ekstrim, bagi yang mencoba tanpa skill, ilmu pengetahuan, dan pengalaman yang cukup siap-siap akan menerima sebuah kegagalan pada bisnis yang dijalankannya. Terus kalau bisnis pertama gagal jangan terlalu lama dibawa baper. Segera bangkit dan move on.

Pengalaman yang membentuk leadership diri Anda, seperti pada saat berkolaborasi dengan pengusaha lain misalnya, memberikan arahan kepada tim, memahami apa yang harus Anda atau tim lakukan, pengalaman seperti hal-hal di atas akan membentuk pemahaman mengenai cara menjalankan bisnis sesuai dengan style Anda.

Bagi yang hari ini masih menjadi pengusaha single fighter belum memiliki tim tetap, belum pernah merasakan secara langsung hal-hal di atas, sampai pada akhirnya Anda merasakan sendiri bagaimana mengelola banyak kepala.

Anda belum bisa dikatakan benar-benar paham bagaimana menjalankan sebuah bisnis.

2. Pengusaha Pemula Biasanya Takut Dalam Mengambil Keputusan

Memutuskan pada suatu pilihan terkadang menjadi hal yang menyulitkan bagi seorang pengusaha pemula

Memutuskan pada suatu pilihan terkadang menjadi hal yang menyulitkan bagi seorang pengusaha pemula

Pengusaha yang baru menjalankan bisnis pertamanya terkadang lebih konservatif, terlalu berhati-hati, dan kaku.

Ibarat baru memiliki seorang bayi, siapa saja yang boleh menyentuhnya hanya orang terdekat seperti keluarga atau saudaranya saja, tangan harus bersih dahulu, orang lain hanya boleh melihat dari jauh, dan lain sebagainya.

Penyebabnya adalah lack of confidence (kurangnya kepercayaan diri) yang bermuara ujungnya karena lack of experience (kurangnya pengalaman).

Pengusaha profesional lebih memiliki banyak akses untuk mendapatkan berbagai sumberdaya yang dibutuhkan bisnisnya, sedangkan pengusaha pemula hanya memiliki akses yang terbatas atau hanya beberapa saja.

Baca juga: 9 Tips Membangun Bisnis Meskipun Sambil Bekerja

Pengusaha yang sudah profesional biasanya cenderung lebih fleksibel dan tidak kaku. Misalnya saja pada saat terjadi kondisi ketidakstabilan pada keuangan mereka.

Berbagai pilihan seperti pengajuan modal kredit usaha, pendebitan piutang, mendongkrak performa penjualan, dan lain sebagainya, bisa mengembalikan kondisi kestabilan finansial perusahaan mereka.

Sedangkan pengusaha pemula karena terlalu rigid, ia hanya memikirkan satu pilihan yaitu memotong pengeluaran dengan melakukan press diberbagai pos pengeluaran, yang di mana ternyata setiap pos sudah tidak bisa lagi dikurangi porsinya.

Sehingga malah akan membuat pertumbungan dari bisnis yang dijalankan menjadi terhambat bahkan stagnan.

3. Jaringan Profesional yang Masih Sedikit Menyebabkan Bisnis Pertama Berpeluang Gagal Cukup Besar

Jaringan profesional adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah bisnis

Jaringan profesional adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah bisnis

Jaringan profesional berkontribusi besar dalam kesuksesan sebuah bisnis. Perusahaan yang terus tumbuh dan berkembang biasanya memiliki database khusus untuk pemasok, klien, patner, bahkan karyawan mereka sendiri.

Mungkin bermodal kontak yang ada di handphone Anda masih bisa mendapatkan beberapa klien potensial, mentor, atau bahkan mendapatkan modal usaha dari angle investor (keluarga, saudara. atau teman dekat Anda).

Namun ketahuilah bahwa kompetitor Anda mungkin memiliki relasi yang kuat. Sehingga Anda dituntut untuk selalu menambah jaringan profesional Anda dari waktu ke waktu.

4. Naluri Bisnis Anda Belum Terasah dengan Baik

Naluri bisnis pun bukan bakat dari lahir tapi merupakan hasil dari sebuah latihan panjang

Naluri bisnis pun bukan bakat dari lahir tapi merupakan hasil dari sebuah latihan panjang

Coba amati para pemain catur profesional saat bermain. Ia dengan sigap, yakin, dan penuh perhitungan dalam setiap langkah pada saat memindahkan bidak catur.

Seolah sudah tergambar di kepalanya mana bidak catur yang harus bergerak, diam, dan yang akan memenangkan atau mengalahkan raja dari lawan mainnya.

Semua terstruktur, terpola, dan ada feel di setiap permainannya.

Baca juga: Ingin menjalankan bisnis bersama teman, perhatikan hal-hal berikut ini dulu!

Mungkin jika seorang Grandmaster Catur ditanya sudah berapa kali melakukan permainan catur. Ia sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan ini, berapa kali kalah atau menang sampai akhirnya menjadi seorang Grandmaster.

Sama halnya dengan para pengusaha, mereka yang terbiasa mengalami kegagalan, keberhasilan dalam menemukan formula dalam meningkatkan penjualan, dan berbagai fase bisnis dari yang terkecil hingga terbesar sudah dilalui.

Dengan sendirinya naluri bisnis mungkin dalam menilai sesuatu hal terkait dengan proses bisnis, bisa dengan cepat ia putuskan dengan hasil yang mendekati sempurna atau bahkan tepat.

5. Terlalu Bersemangat untuk Memulai Bisnis Pertama

 Terlalu bersemangat dalam memulai bisnis pertama juga ternyata tidak baik lho!

Terlalu bersemangat dalam memulai bisnis pertama juga ternyata tidak baik lho!

Ketika baru memulai bisnis pertama, ada yang terlalu bersemangat sehingga berlebihan dalam melakukan segalanya, ada juga yang kurang pede sehingga bisnis berjalan lambat bak kura-kura berjalan.

Efek terlalu bersemangat pada saat memulai bisnis pertama, kemungkinan Anda akan punya berbagai ide untuk dieksekusi pada waktu yang bersamaan. Jadi super sibuk tapi dengan hasil nothing! Cuma capek aja…

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Dropout Kuliah Karena Bisnis Itu Tidak Keren!

Semangat yang berlebihan juga berdampak pada pengambilan keputusan yang bersifat reaktif atau emosi semata tanpa perhitungan yang matang, bisa jadi Anda menghabiskan uang untuk sesuatu hal yang tidak penting.

Seperti menghabiskan biaya untuk beriklan, membuat materi promosi, dan seterusnya namun di sisi lain produk yang akan dijual di pasaran ternyata belum siap karena ada masalah pada kegiatan produksi.

6. Orang-orang Mungkin Akan Menganggap Bisnis Pertama Anda Bukan Bisnis yang Serius

Orang lain mungkin akan menganggap bisnis pertama itu bukan bisnis yang serius

Orang lain mungkin akan menganggap bisnis pertama itu bukan bisnis yang serius

Sebuah fakta yang menyedihkan ketika orang lain mengetahui bahwa ini adalah bisnis pertama yang Anda jalankan. Kemungkinan mereka mulai dari klien, karyawan, partner, investor akan berpikir bahwa ini bukan bisnis sungguhan. Wajar jika “ikan-ikan besar” masih sulit Anda tangkap pada fase ini.

Pendapat mereka mungkin ada benarnya juga karena fakta menunjukan bahwa Anda sebagai seorang pengusaha masih butuh banyak masukan, pengalaman, dan berbagai hal lainnya yang menunjukan Anda bisa survive dan sukses di bisnis yang saat ini Anda geluti.

7. Gagal Bisnis Pertama Itu Bukan Akhir Segalanya Tapi Merupakan Awal Bisnis yang Lebih Kokoh

Ada banyak pengusaha yang gagal di bisnis pertama mereka, Anda tidak sendirian!

Ada banyak pengusaha yang gagal di bisnis pertama mereka, Anda tidak sendirian!

Fakta berikutnya yang mungkin akan mencengangkan Anda yaitu adalah tidak sedikit pada saat proses seleksi alam. Bisnis yang mulai dirintis dan tumbuh pada tahun ini akan menghilang pada beberapa tahun berikutnya.

Baca juga: Ini 8 Alasan Mengapa Seorang Muslim Harus Belajar Ekonomi dan Keuangan Syariah

Setidaknya hanya akan tersisa kurang lebih 4% saja bisnis yang bertahan hingga lebih dari 10 tahun! Artinya lebih dari separuh bisnis, yang saat ini seumuran dengan bisnis Anda akan bertumbangan.

Kesimpulan

Semua faktor yang saya sampaikan di atas memang seperti mengintimadasi para pengusaha yang baru memulai bisnis ya? Mohon maaf tidak ada maksud seperti itu…

Tapi seperti yang telah saya bilang di awal, bahwa artikel ini hanya sebagai rambu-rambu saja. Kegagalan pada bisnis pertama bukan berarti akhir dari segalanya.

Malah ini merupakan awal dari pondasi bisnis Anda yang lebih sukses dan besar di kemudian hari.

InsyaAllah.

Setiap kegagalan dalam hidup, baik itu yang kecil, terlihat oleh banyak orang mungkin, atau sesuatu  hal yang membuat hati Anda hancur luluh lantah, akan mengajarkan Anda sesuatu hal yang berharga.

Pengalaman menjadikan Anda menjadi pribadi yang lebih baik di kesempatan berikutnya.